Pertumbuhan Perjalanan Udara 2026: Global dan Domestik Makin Melonjak!

Siapa sih yang nggak kangen terbang lagi setelah pandemi? Tahun-tahun belakangan, orang-orang kayak kembali haus petualangan. Tiket pesawat diburu, bandara ramai, dan destinasi baru bermunculan. Kabar baiknya, pertumbuhan perjalanan udara 2026 diprediksi makin positif, baik secara global maupun domestik.

Menurut Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo), data 2025 sudah menunjukkan tren mantap. Permintaan penerbangan internasional global naik 7,1%, sementara domestik tumbuh 2,4%. Di Indonesia sendiri, penjualan paket wisata domestik bahkan melonjak 10,95%. Sementara itu, IATA (International Air Transport Association) memproyeksikan pertumbuhan trafik penumpang global 4,9% di 2026, dengan Asia Pasifik memimpin di angka 7,3%.

Artikel ini bakal bahas kenapa pertumbuhan perjalanan udara 2026 ini patut dirayakan, apa saja faktor pendorongnya, dan bagaimana dampaknya buat kita yang suka jalan-jalan. Siap-siap catat tipsnya juga, ya!

Tren Global: IATA Bilang 2026 Bakal Lebih Ramai

Berkat Cuti Mei, Bandara Ngurah Rai Alami Kenaikan Penumpang

IATA, organisasi yang mewakili maskapai-maskapai dunia, baru saja rilis outlook terbarunya. Untuk 2026, mereka prediksi Revenue Passenger Kilometers (RPK, ukuran standar trafik udara) naik 4,9% dari tahun sebelumnya. Angka ini mungkin sedikit melambat dibanding 2025, tapi tetap kuat.

Yang paling menonjol? Wilayah Asia Pasifik diprediksi tumbuh 7,3%, tertinggi di dunia. China, India, dan Vietnam jadi motor utamanya. Ekonomi mereka lagi kuat, orang makin punya duit buat liburan, dan aturan visa juga makin longgar.

Secara keseluruhan, industri penerbangan global bakal catat rekor profit USD 41 miliar di 2026. Revenue bahkan tembus USD 1 triliun. Load factor (tingkat isi kursi pesawat) diprediksi capai 83,8% – artinya pesawat-pesawat bakal penuh sesak!

Tapi nggak semuanya mulus. Tantangannya ada di supply chain: kekurangan pesawat baru, backlog maintenance, dan kekurangan pilot. Ini bikin harga tiket tetap tinggi di beberapa rute, meski secara umum tarif mulai stabil.

Di Indonesia: Domestik dan Internasional Sama-sama Ngegas

Astindo bilang, tahun 2025 jadi bukti nyata kalau orang Indonesia lagi gila-gilaan traveling. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tembus 15,39 juta, naik 10,8%. Sementara perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) domestik capai 1,2 miliar trip – naik 17,55%! Gila, kan?

Minat ke luar negeri memang masih lebih tinggi. Ada 9,2 juta orang Indonesia yang liburan abroad tahun lalu. Tapi domestik nggak kalah. Berkat program pemerintah seperti “Bangga Berwisata di Indonesia”, paket-paket lokal makin laris.

Pauline Suharno, Ketua Umum Astindo, bilang: “Minat ke luar negeri memang lebih tinggi, tapi angka domestik juga terus bertambah.” Ini terlihat dari penjualan agen travel: internasional naik 6,3%, domestik 10,95%.

Indonesia juga dapat 154 penghargaan pariwisata internasional sepanjang 2025. Ini bukti daya saing kita makin kuat, terutama di wisata bahari, wellness, ramah Muslim, dan desa wisata.

Dengan momentum ini, pertumbuhan perjalanan udara 2026 di Indonesia diprediksi ikut naik, terutama dengan dukungan event seperti Astindo Travel Fair.

Apa Sih yang Bikin Pertumbuhan Ini Terjadi?

Ada beberapa faktor utama yang bikin perjalanan udara makin booming:

  • Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi Orang-orang punya tabungan lebih dan pengen “revenge travel”. Liburan jadi prioritas lagi.
  • Kemudahan Visa dan Konektivitas Banyak negara longgarkan aturan masuk, termasuk di Asia. Rute baru dari maskapai LCC (low-cost carrier) juga bertambah.
  • Promosi Pariwisata Gencar Di Indonesia, kampanye #DiIndonesiaAja sukses besar. Ditambah event-event internasional yang bikin orang penasaran.
  • Teknologi dan Promo Booking online makin gampang, ditambah cashback dan diskon dari bank atau travel fair.
  • Tren Wisata Baru Orang sekarang cari pengalaman autentik: eco-tourism, wellness retreat, atau staycation di destinasi hidden gem.

Bayangin aja, dari pantai Bali yang ikonik sampai gunung di Sumatra – semuanya makin mudah dijangkau berkat penerbangan yang lebih sering.

Astindo Travel Fair 2026: Surganya Pemburu Tiket Murah

Aktivitas Penumpang di Bandara Kualanamu Masih Ramai | Republika …

Kalau kamu lagi rencanain liburan 2026, wajib banget mampir ke Astindo Travel Fair! Event ini lagi berlangsung sampai 8 Februari 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

Ada 31 agen travel, 21 maskapai, dan organisasi pariwisata dari 8 negara. Promo tiket domestik mulai Rp648.000 sekali jalan (misalnya Jakarta-Palembang). Internasional? Jakarta-Kuala Lumpur PP cuma Rp2,6 juta, atau ke China Rp3,7 juta.

Paket tur juga menggiurkan, seperti seminggu di Beijing mulai Rp8 juta. Plus cashback sampai Rp1,69 juta buat nasabah BCA. Kuota terbatas, jadi buruan!

Fair ini bukan cuma beli tiket, tapi juga inspirasi destinasi baru. Ada booth khusus wisata bahari, wellness, sampai desa wisata.

Destinasi yang Diprediksi Ramai di 2026

Berdasarkan tren, ini beberapa spot yang bakal hits:

  • Bali dan Lombok – Klasik, tapi selalu ramai. Pantai, budaya, dan hotel baru.
  • Labuan Bajo – Komodo dan pink beach makin populer berkat penerbangan langsung.
  • Yogyakarta dan Borobudur – Wisata budaya yang nggak pernah sepi.
  • Internasional: Jepang, Korea, Thailand – K-pop, anime, dan makanan jadi magnet besar.
  • Eropa dan Australia – Buat yang budget lebih, visa makin mudah.

Tips Praktis Traveling Udara di 2026

Mau liburan lancar? Ini tips dari pengalaman:

  • Booking Jauh Hari – Minimal 3-6 bulan buat dapat harga terbaik.
  • Manfaatin Promo Travel Fair – Seperti Astindo, banyak diskon eksklusif.
  • Pilih Maskapai LCC untuk Domestik – Hemat, tapi cek bagasi ya.
  • Perhatikan Musim – Hindari peak season kalau nggak suka ramai.
  • Siapin Dokumen Digital – Aplikasi e-visa dan check-in online wajib.
  • Travel Insurance Jangan Lupa – Apalagi kalau internasional.
  • Sustainable Travel – Pilih maskapai yang ramah lingkungan kalau bisa.

Dengan persiapan matang, liburanmu bakal lebih enjoy!

Kesimpulan: Saatnya Take Off Lagi!

Pertumbuhan perjalanan udara 2026 benar-benar membawa angin segar. Global dipimpin Asia Pasifik dengan 7,3%, sementara Indonesia tunjukkan angka domestik dan wisman yang mengesankan. Dari data Astindo dan prediksi IATA, semuanya nunjukin satu hal: dunia lagi siap terbang lebih tinggi.

Jadi, tunggu apa lagi? Mulai rencanakan trip impianmu sekarang. Siapa tahu, 2026 jadi tahun terbaik buat jelajah dunia!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *