Bayangkan ini: Timnas Futsal Indonesia, yang dulu sering dianggap underdog di Asia, tiba-tiba melaju ke final Piala Asia Futsal 2026. Lawannya? Iran, raksasa dengan 13 gelar juara. Tapi pelatih kita, Hector Souto, malah bilang dia santai saja. Tak ada tekanan, katanya. Malah, dia lempar bom: pelatih asal Spanyol selalu jadi momok bagi Iran. Pernyataan Hector Souto jelang final ini langsung bikin heboh. Banyak yang bilang, “Wah, coach ini percaya diri banget!” Apalagi ini final bersejarah buat Indonesia—pertama kalinya kita sampai sini. Souto bikin suasana jadi lebih seru, seolah-olah kita punya senjata rahasia. Artikel ini bakal bahas kenapa Souto begitu yakin, sejarah di balik “kutukan” itu, dan apa artinya buat tim Garuda. Table of Contents Toggle Siapa Sebenarnya Hector Souto?Perjalanan Epik Indonesia ke FinalIran: Sang Raksasa yang Sulit DikalahkanKutukan Pelatih Spanyol: Mengapa Iran Selalu Grogi?Pernyataan Hector Souto yang Bikin HebohApa yang Terjadi di Final dan DampaknyaMengapa Pernyataan Souto Ini Penting Buat Kita Siapa Sebenarnya Hector Souto? Hector Souto Vázquez, lahir di Chantada, Galicia, Spanyol, tahun 1981. Dia bukan nama sembarangan di dunia futsal. Sebelum ke Indonesia, Souto sudah punya pengalaman melatih di berbagai negara, dengan filosofi taktik yang terstruktur dan fokus pada disiplin. Sejak ditunjuk melatih Timnas Futsal Indonesia sekitar 2024, Souto langsung ubah segalanya. Dia bawa gaya Eropa yang cepat, pressing tinggi, dan transisi cepat. Hasilnya? Indonesia naik kelas drastis. Dari tim yang sering gugur di babak awal, sekarang kita bisa ngalahin Jepang di semifinal! Souto sering bilang, dia percaya banget sama pemain lokal. “Anak-anak kampung ini punya talenta luar biasa,” katanya. Dia juga suka ngomong bahasa Indonesia di sesi latihan, bikin pemain makin nyaman. Pantas saja, di bawah tangannya, Garuda jadi tim yang ditakuti. antaranews.com Perjalanan Epik Indonesia ke Final Piala Asia Futsal 2026 ini digelar di Indonesia, jadi kita punya dukungan suporter gila-gilaan. Dari fase grup, Indonesia sudah tunjukkan taring. Menang telak atas lawan-lawan, lalu di knockout stage, kita hajar tim kuat satu per satu. Puncaknya semifinal lawan Jepang. Pertandingan super sengit, tapi Indonesia menang 5-3 atau berapa gitu—pokoknya dramatis! Souto sampe nangis haru setelah lolos. “Ini sejarah,” katanya. Buat pertama kalinya, Indonesia di final turnamen besar futsal Asia. Suporter memenuhi Indonesia Arena, nyanyi-nyanyi sepanjang pertandingan. Atmosfernya bikin bulu kuduk merinding. Souto bilang, dukungan ini jadi energi ekstra buat pemain. Iran: Sang Raksasa yang Sulit Dikalahkan Iran bukan lawan sembarangan. Mereka juara 13 kali dari 17 edisi Piala Asia Futsal. Rekor mereka gila: main 105 pertandingan di AFC, cuma kalah 4 kali! Pemain-pemain Iran banyak yang main di liga Eropa, fisik kuat, teknik bagus. Pelatih mereka, Vahid Shamsaee, legenda hidup yang pernah bawa Iran juara berkali-kali. Iran selalu difavoritkan, apalagi mereka datang sebagai juara bertahan. Tapi, Souto bilang, justru karena itu Iran yang harusnya tertekan. “Mereka yang wajib menang, bukan kami,” ujarnya. Kutukan Pelatih Spanyol: Mengapa Iran Selalu Grogi? Nah, ini bagian yang bikin Souto pede banget. Dia sebut pelatih asal Spanyol selalu jadi momok buat Iran. Bukan omong kosong, lho—ada datanya! Berikut sejarah kelam Iran lawan coach Spanyol: 2006: Iran kalah telak 1-5 dari Jepang di semifinal. Pelatih Jepang? Rodrigo Candelas, orang Spanyol. 2012: Iran tersingkir di semifinal lawan Thailand, skor 4-5 setelah extra time. Pelatih Thailand saat itu? Pulpis, lagi-lagi dari Spanyol. 2014: Final lagi, Iran kalah adu penalti 0-3 dari Jepang. Siapa pelatih Jepang? Masih Rodrigo Candelas! Iran punya rekor bagus secara umum, tapi pas ketemu tim yang dilatih orang Spanyol, sering ambyar. Souto sampe guyon di press con: “Dan saya tidak tahu apakah Anda tahu dari mana saya berasal? Oke.” Ini bikin Souto yakin Indonesia punya peluang besar. Taktik Spanyol yang terorganisir, pressing ketat, dan rotasi cepat, sepertinya jadi racun buat gaya bermain Iran. Pernyataan Hector Souto yang Bikin Heboh Di konferensi pers jelang final, Souto keluarin statement yang langsung viral. Dia bilang tekanan bukan bagian dari futsal. “Futsal adalah kesenangan,” katanya. Beberapa quote keren dari Souto: “Bagaimana kami bisa tertekan? Ini pertama kalinya kami di final. Iran yang harus menang, mereka punya tradisi 13 kali juara.” “Iran punya pemain top, ekosistem bagus. Tapi mereka pernah kalah dari pelatih Spanyol berkali-kali.” “Kami datang untuk menikmati pertandingan. Tekanan? Itu buat Iran.” Nada Souto santai tapi penuh keyakinan. Dia bikin pemain dan suporter percaya bahwa apa pun bisa terjadi. Mentalitas ini penting banget di laga besar. mistar.id Jelang Final Piala Asia Futsal 2026: Hector Souto Sebut Tak … Apa yang Terjadi di Final dan Dampaknya Final digelar 7 Februari 2026, pertandingan super ketat. Indonesia kasih perlawanan sengit, sampe bikin Iran kewalahan. Skor imbang sampai extra time, bahkan Indonesia sempat unggul. Sayangnya, di tos-tosan, Iran menang tipis. Indonesia runner-up, tapi ini prestasi luar biasa! Souto bangga banget: “Kami cetak banyak gol ke gawang mereka, kami naik kelas.” Runner-up ini otomatis loloskan Indonesia ke Piala Dunia Futsal. Souto diperpanjang kontrak sampai 2028. Futsal Indonesia lagi naik daun, anak muda makin banyak yang tertarik. Mengapa Pernyataan Souto Ini Penting Buat Kita Hector Souto tak tertekan jelang final bukan cuma gertakan. Ini nunjukkin mentalitas juara: enjoy the process, jangan takut lawan besar. Buat fans, ini inspirasi. Indonesia bisa bersaing di level tinggi, asal punya strategi dan keyakinan. Souto juga buktiin bahwa pelatih asing berkualitas bisa ubah wajah olahraga kita. Ke depan, harapannya futsal Indonesia terus berkembang, liga domestik lebih kuat, dan talenta muda digali lebih dalam. lintasgayo.com Kesimpulan singkat: Hector Souto tak tertekan jelang final bikin kita semua bangga. Meski akhirnya runner-up, pernyataan tentang momok pelatih Spanyol jadi pembuktian bahwa Indonesia punya peluang besar. Ini awal dari era baru futsal Tanah Air. Yuk, terus dukung Garuda! Kalau kamu fans futsal, apa pendapatmu soal Souto? Share di komentar ya! Navigasi pos Firda Permatasari: Atlet Lari Indonesia dengan Tekad Kuat